Jumat, 30 November 2012

kelebihan dan kekurangan motor injection


Injeksi Pada new Cbr 150

 

Teknologi injeksi pada motor merupakan hal baru bagi kita di indonesia, termasuk saya... new CBR merupakan motor injeksi pertama saya... dan menurut saya... semua teknologi pasti aja kelebihan dan kekurangan... setelah hampir setahun saya memakai motor injeksi.. maka saya akan beberkan kelebihan kelebihan beserta kekurangannya... hehehe...

Kelebihan :
  • Servis gampang... g ada acara bongkar karbu... jadi 20 menit pun siap.. hehehe..
  • irit di bawa irit... kenceng di bawa ngebut... ya maksudnya gini... injeksi dengan sendirinya menyesuaikan pembakaran dengan cara berkendara kita pada saat itu... hehehe.. lari oke.. hrit juga oke
  • klo ada masalah di mesin bisa di ketahui dengan cek ECU... g susah2 deh... pernah punya pengalaman knalpot ane agak longgar... ternyata komputer pemeriksa ECUnya bs tau dengan membaca rasio CO2 yg masuk dan keluar di mesin.. wow.. cuanggih
Kekurangan :
  •  Klo ada masalah ama kelistrikan.. langsung terasa pada repon mesin... bahkan klo bohlam rem belakang putus aja.. bisa error ECUnya.. mau g mau harus ke bengkel resmi buat set ECU ulang
  • wajib pertamax... ogah ogahan mesin injeksi di kasi premium... nyendat nyendat larinya...
  • susah buat copot limiternya... ya maksudnya gini... klo di mesin karbu... kyk cbr old gitu... mau copot limiternya.. tinggal ganti cdi racing yg 1jtan paling bagus.. yg 500rb juga ada... klo yg mesin injeksi... ya g bs... mesti pake piggybag gitu deh... dan harganya paling murah 4jtaan... woff.. mahal bener
  • g bs sembarangan modif... bs rusak klo sembarangan pake knalpot ato ganti2 sistem kelistrikan.. bisa jebol ECUnya.. klo uda begini ya muahal..

masalah motor injection akselerasi merebet

  1. Mesin merebet terasa jelas saat stationer atau langsam
  2. Mesin merebet terasa saat di gas atau akselerasi, tidak terasa merebet atau getaran saat langsam
  3. Mesin merebet saat di pakai jalan, tidak terasa getaran atau merebet saat langsam atau di gas saat mobil diam, tetapi mesin merebet saat mobil di pakai jalan beberapa kilometer kemudian hilang lagi, saat merebetnya kadang disertai nyala cek engine kemudian cek engine mati sendiri.
Terdapat tanda secara fisik dan dapat dilihat secara kasat mata jika cup ignition coil rusak seperti gambar di bawah,pada dinding keramik busi terdapat bercak hitam berpola sebagai akibat tegangan tinggi listrik dari koil menembus dinding keramik busi.
Atau gambar pertama paling atas adalah cup ignition coil yang sudah mengeras dengan tanda sudah berubah warna menjadi kecoklatan,tidak elastis,kalau ditekan menggunakan tangan terlihat retakan dan menyebabkan terjadinya kebocoran arus listrik,sehingga arus listrik yang ke elektroda busi berkurang berakibat bunga api yang tidak maksimal pada elektroda busi.

Cara mengatasi tentu saja cukup dengan mengganti cup ignition coil atau mengganti ignition coil, tentu saja dengan perbedaan harga yang cukup tinggi antara mengganti cup ignition coil dengan mengganti ignition coil.



 merupakan salah satu dari sekian produk motor HONDA yang mempunyai segudang keunggulan teknologi. Namun akhir-akhir ini banyak keluhan yang disampaikan bahwa motor ini sering nyendat-nyendat pada putaran rendah sehingga busi standart dari motor ini sering minta ganti yang baru jauh sebelum masa atau periode pergantian rekomendasi pabrik (biasanya tiap 8000 km) agar performa motor kembali normal (tidak nyendat-nyendat di kecepatan rendah)
Pergantian Busi tidak sesuai jadwal inilah yang selalu dikeluhkan oleh pecinta Vario\ suprax 125 PGM-FI karena harus bolak-balik bengkel padahal motor ini tergolong motor unggul dalam teknologi. Mengapa bisa demikian?… cara paling cepat tentu saja dengan melihat  busi di permukaan INSULATOR NOSE (Keramik pembungkus elactroda). Insulator ini berfungsi sebagai pelindung agar aliran listrik tidak bocor ke bagian samping (THREAT), karena aliran listrik harus menuju kebagian Center Electroda sehingga terjadi loncatan bungan api pada bagian Electrode Gap agar terjadi proses pembakaran.


                                         Gambar 1.  Anatomi Busi
 Sudah banyak dijelaskan diiberbagai forum dan website mengenai kondisi permukaan Insulator Nose yang dapat mempengaruhi performa busi. Tetapi untuk khusus untuk permasalah busi di Vario\suprax 125 adalah : Penumpukan Endapan Carbon (Carbon Fouling)

Dry Carbon Fouling                               Wet Carbon Fouling
 Endapan Karbon ini dapat menjadikan performa busi menjadi berkurang karena karbon juga bersifat penghantar listrik sehingga kekuatan loncatan bungan api di area ELECTRODE GAP akan menjadi berkurang dengan demikan pembakaran akan menjadi tidak sempurna. Bisa dikatan pula bahwa aliran listrik pada busi tersebut  terjadi konsleting (Short) atau bocor.


Faktor yang menyebabkan timbulnya endapan carbon :
             1. Campuran bensin terlalu kaya
             2. Sistim kelistrikkan buruk
             3. Terlalu lama dalam kondisi putaran stasioner (idle)
             4. Motor dipakai terlalu pelan
             5. Salah pemilihan code busi (terlalu dingin)
             6. Mutu bahan bakar buruk atau tidak sesuai kompresi mesin
             7. Sensor O2 rusak
Dari ke enam faktor diatas yang paling dimungkinkan adalah faktor no 3,4 dan 6.
Telalu lama pada kondisi putaran stasioner (idle) dan Motor dipakai terlalu pelan     Apabila motor terlalu sering dalam kondisi Idle atau dipakai dengan kecepatan yang terlalu rendah akan menyebabkan endapan karpon pada pemukaan insulator karena busi tidak dapat membersihkan sendiri endapan ini. Karbon ini dapat hilang dengan sendirinya apabila busi berada pada suhu 450 – 870 derajat Celcius



Mutu bahan bakar buruk ; Kendaraan berteknologi advance (seperti Vario 125) memerlukan bahan bakar yang sesuai spesifikasinya yaitu dengan bahan bakar RON 92 atau 95. Apabila dipaksakan menggunakan bahan bakar RON 88 maka proses pembakaran akan tidak sempurna yang secara tidak langsung akan timbul kerak karbon pada permukaan Busi, Valve dan Sensor Oksigen. Kodisi ini dapat menjadi buruk lagi yaitu motor kehilangan power akibat suhu ruang bakar meningkat tajam terutama adalah busi (area electroda) yang akan mempengaruhi tidak stabilnya loncatan listrik (misfire) disekitar gap busi, akibatnya bensin tidak terbakar dengan sempurna. Kenyataannya hanya Indonesia saja yang masih menggunakan bensin RON 88 sedangkan diseluruh dunia pemakaian bahan bakar ini sudah dilarang pemakaiaanya karena sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan teknologi mesin  automotif dan  juga bensin ini sebenarnya sudah tidak ramah lingkungan.
Hasil tes emisi Avanza Closed Loop


Bahan bakar
CO (%)
HC (ppm)
Premium
0,04
50
Pertamax
0,02
37
Pertamax Plus
0,03
23
Shell Super
0,02
24
Shell Super Extra
0,02
9


Tabel diatas menjelaskan bahwa kandungan Hidrocarbon bensin premium yang terukur didalam knalpot Avanza Close loop O2 sensor paling tinggi dibanding bahan bakar lain ( RON 92 dan 95). Sudah jelas bahwa hidrocarbon  yang terukur diatas adalah senyawa bensin tidak terbakar yang akan memperburuk kerak karbon. 
Apabila kondisi pembakaran bagus maka permukaan isolator keramik busi bersih tanpa kerak ( busi dari motor vartek ane)
image
Kesimpulan :
  1. Vario\ suprax 125 pgm-fi kurang cocok dengan bensin RON 88 yang dapat menimbulkan kerak karbon pada Busi lebih jauh lagi dapat menyumbat Catalitic Converter dan merusak fungsi Oksigen sensor.
  2. Motor jangan terlalu lama pada kondisi Idle (putaran stasioner) karena busi perlu harus pada suhu 450 – 870o C agar dapat membersihkan endapan karbon secara sendirinya.
  3. Apabila tetap memaksa memakai premium maka :
               a. Busi harus ganti tipe yang lebih tahan terhadap panas (misal : Iridium) dimana busi punya grade yang lebih dingin dari standar
               b. Memperbesar pengapian (hati-hati sistim ECM dapat rusak)
               c. Motor jangan sering dipakai terlalu pelan

  1. Salam One Heart

Berita terbaru 1 Oktober2012:

Kini AHM bersiap2 mengeluarkan busi khusus WTF peminum bensin premium yang akan dimulai bln awal Nopember.
Busi yg akan digunakan adalah pengganti busi NGK CPR7EA9 dan DENSO U22 yaitu :
- NGK CPR9EA-9
- DENSO U27EPR9
image
Bila melihat kode busi ternyata mempunyai grade yang lebih dingin dr standart. Bahkan lebih dingin dr busi yg pernah dipakai mekanik ahass sbg solusi awal masalah busi vario125.

Sabtu, 24 November 2012

harga dan keunggulan Produk-produk racing untuk meningkatan performa pengapian motor

1. CDI BRT


tipe CDI BRT
NeoHyperband
NeoDualband
NeoSmartClick.
NeoImax(ada 16 Step programmable)
MidiImax(ada 20 Step)
SuperImax(ada 24 step 5 Memory)
Dengan fitur2x:
1.Fuzzy Logic : metode pemrogramman kurva pengapian lebih presisi and lebih stabil;
2.Blue Eyes :sensor pendeteksi bila ada kelainan tegangan pada CDI yg disebabkan sekring putus;kiprok rusak/imitasi;aki rusak.
3.ALVP :Automatic proteksi pd CDI bila ada lonjakkan atau penurunan tegangan aki.
4.Kurva pengapian diprogram dengan 16 steps.
Dengan keuntungan sbb:
1.Power motor naik hingga 20%
2.Hemat bahan bakar hingga 30%
3.Ramah lingkungan
Pricelist
CDI HYPERBAND
Honda Supra Fit/Revo 100/Grand 415,000
Tiger 415,000
Karisma 450,000
Kirana/Blitz/Atlete 450,000
CBR 150 650,000
Sonic New 650,000
Sonic Old 650,000
CS-1 650,000
Blade/Revo 110 450,000
New Mega Pro 495,000
F-tech Beat 710,000
Vario 710,000
Yamaha F1ZR  415,000
Rx king AC 415,000
Vega R AC 415,000
New Vega R 450,000
Vega ZR 450,000
Jupiter Z 450,000
Jupiter New 450,000
Jupiter MX 495,000
Scorpio AC 450,000
Scorpio DC 450,000
Mio/Nuovo 450,000
Mio New Automatic 450,000
Xeon 495,000
Byson 495,000
Suzuki Shogun 110 450,000
Smash 110 450,000
Shogun 125 SP 450,000
Shogun 125 FL 450,000
Satria 150F 650,000
Spin/Skywave 450,000
Sky Drive 475,000
Titan 495,000
Kawasaki BLITZ 450,000
KLX 150 450,000
Minerva R150 VX 450,000
Madas 450,000
CDI DUAL BAND
Honda Karisma 500,000
CBR 150 700,000
CS-1 705,000
Blade / Revo 110 500,000
New Mega Pro 545,000
Vario 770,000
Beat 770,000
Yamaha JUPITER Z 500,000
JUPITER NEW 500,000
JUPITER MX 545,000
MIO/NOUVO 500,000
Mio New Auotmatic 500,000
NEW VEGA-R 500,000
Vega ZR 500,000
Xeon 545,000
Byson 545,000
Suzuki Shogun 125 SP 500,000
Satria 150F 685,000
Shogun 125 FL 500,000
Smash 110 500,000
Spin/Skywave 500,000
Titan 545,000
Sky Drive 530,000
Kawasaki KLX 150 500,000
REMOTE
CDI I-MAX DUALBAND 8 STEP
HONDA Karisma 780,000
CBR 150 780,000
Sonic Old 780,000
Sonic New 780,000
CS1 780,000
Blade 780,000
Kirana 780,000
YAMAHA F1ZR /DC 780,000
New Vega R 780,000
Vega ZR 780,000
Jupiter Z 780,000
jupiter MX 780,000
MIO/nuovo 780,000
New Mio Automatic 780,000
YZ 125 DC 780,000
RXZ 780,000
SUZUKI SMASH 110 780,000
SHOGUN 125 780,000
SATRIA 150 F 780,000
SPIN/SKYWAVE 780,000
KAWASAKI KZX 130 780,000
NINJA RR 780,000
BLITZ 780,000
KLX 150 Paket Switch 820,000
MINERVA R 150 780,000
MADAS 780,000
BAJAJ PULSAR 780,000
CDI I-MAX II/AC DUAL BAND 12 STEP
HONDA SUPRA FIT 780,000
TIGER 780,000
YAMAHA YZ 125 AC 8 STEP 780,000
YZ 125 AC 12 STEP 780,000
F1ZR 780,000
VEGA 780,000
SCORPIO 780,000
CDI I-MAX SINGLE BAND 8 STEP
HONDA Vario 790,000
Vario 790,000
Beat 790,000
CDI I-MAX NEO SINGLE BAND 16 STEP
HONDA Vario 880,000
Beat 880,000
CDI I-MAX SINGLE BAND 20 STEP
MIDI Vario 980,000
Beat 980,000
CDI I-MAX NEO 16 STEP
Honda Karisma 880,000
CBR 150 880,000
Sonic 125 old 880,000
Sonic 125 New 880,000
CS1 880,000
CRF 250 880,000
Blade 880,000
KIRANA/BLITZ 880,000
TIGER AC 880,000
SUPRA 880,000
Beat 880,000
YAMAHA F1ZR /DC 880,000
New Vega R 880,000
Vega ZR 880,000
Jupiter Z 880,000
Jupiter MX 880,000
MIO/Nuovo 880,000
New Mio Automatic 880,000
SCORPIO AC 880,000
SCORPIO DC 880,000
Vega AC 880,000
FIZR AC 880,000
YZ AC 880,000
YZ DC 880,000
SUZUKI SMASH 110 880,000
SHOGUN 125 880,000
SATRIA 150 F 880,000
SPIN 880,000
SKYDRIVE 880,000
MIGELI MIGELI 880,000
MINERVA TVS 880,000
KAWASAKI BLITZ 880,000
NINJA RR 880,000
NINJA 150 RR 880,000
KLX 150 Paket Switch 920,000
CDI I-MAX MIDI 20 STEP
HONDA KARISMA 980,000
CBR 150 980,000
Sonic 125 old 980,000
Sonic 125 New 980,000
CITY SPORT 1 980,000
CRF 250 980,000
KIRANA/BLITZ 980,000
Blade 980,000
SUPRA AC 980,000
TIGER AC 980,000
YAMAHA F1ZR /DC 980,000
New Vega R 980,000
Vega ZR 980,000
Jupiter Z 980,000
Jupiter MX 980,000
MIO/Nuovo 980,000
New Mio Automatic 980,000
Scorpio 980,000
Vega AC 980,000
FIZR AC 980,000
YZ AC 980,000
YZ DC 980,000
SUZUKI SMASH 110 980,000
SHOGUN 125 980,000
SATRIA 150 F 980,000
SPIN 980,000
KAWASAKI BLITZ 980,000
NINJA RR 980,000
NINJA RR 150 980,000
KLX 150 Paket Switch 1,020,000
CDI SUPER I-MAX
HONDA KARISMA 1,130,000
CBR 150 1,130,000
Sonic 125 old 1,130,000
Sonic 125 New 1,130,000
CITY SPORT 1 1,130,000
CRF 250 1,130,000
KIRANA/BLITZ 1,130,000
Blade 1,130,000
SUPRA AC 1,130,000
TIGER AC 1,130,000
YAMAHA F1ZR /DC 1,130,000
New Vega R 1,130,000
Vega ZR 1,130,000
Jupiter Z 1,130,000
Jupiter MX 1,130,000
MIO/Nuovo 1,130,000
New Mio Automatic 1,130,000
SCORPIO AC 1,130,000
SCORPIO DC 1,130,000
VEGA R AC 1,130,000
FIZR AC 1,130,000
YZ AC 1,130,000
YZ DC 1,130,000
125 Z 1,130,000
SUZUKI SMASH 110 1,130,000
SHOGUN 125 1,130,000
SATRIA 150 F 1,130,000
SPIN 1,130,000
SUZUKI TITAN 1,130,000
SKY DRIVE 1,130,000
MINERVA TVS 1,130,000
KAWASAKI BLITZ 1,130,000
NINJA RR 150 1,130,000
KLX 150 Paket Switch 1,170,000
CDI SUPER PRO
HONDA SONIC OLD 1,850,000
BLADE 1,850,000
BEAT 1,850,000
VARIO 1,850,000
KARISMA 1,850,000
CBR 1,850,000
YAMAHA YZ 125 DC 1,850,000
JUPITER Z 1,850,000
JUPITER Z NEW/ MIO NEW/ VEGA ZR 1,850,000
JUPITER MX 1,850,000
YZ 125 1,850,000
SUZUKI SMASH 1,850,000
SHOGUN 125 1,850,000
SATRIA FU 1,850,000
SUZUKI TITAN 1,850,000
KAWASAKI KLX 150 1,850,000
NINJA RR 150 1,850,000
NINJA 250 3,000,000
CDI NEO CLICK DUALBAND
HONDA KARISMA 510,000
CBR 150 660,000
SONIC OLD 660,000
SONIC NEW 660,000
BLADE 510,000
CS1 660,000
YAMAHA JUPITER Z 510,000
JUPITER MX 660,000
MIO 510,000
New MIO Automatic 510,000
Vega R 510,000
Vega ZR 510,000
SUZUKI SMASH 510,000
SATRIA F150 660,000
SHOGUN 125 510,000
SPIN 510,000
KAWASAKI KLX 150 Paket Switch 550,000
CDI SMART CLICK DUALBAND
HONDA KARISMA 610,000
CBR 150 660,000
SONIC OLD 660,000
SONIC NEW 660,000
BLADE 610,000
CS1 660,000
TIGER DC 610,000
TIGER DC 610,000
KIRANA 610,000
YAMAHA JUPITER Z 610,000
JUPITER MX 660,000
MIO 610,000
New MIO Automatic 610,000
Vega R 610,000
Vega ZR 610,000
SCORPIO DC 610,000
SUZUKI SMASH 610,000
SHOGUN 110 610,000
SHOGUN 125 610,000
SATRIA 150 660,000
SPIN 610,000
KAWASAKI KZX 130 610,000
BAJAJ PULSAR 660,000
CDI SMART CLICK AC DUALBAND
YAMAHA VEGA R AC 520,000
FIZR 520,000
SCORPIO 520,000
HONDA TIGER 520,000
I-DTIS
THUNDER 125 430,000
I-DTIS
NINJA 250 1,020,000
I-DTIS DUAL BAND
NINJA 250 2,520,000
Coil Protec Ultimate with Ground Strap — 250k
Fitur performa Koil Protec Ultimate with Groundstrap :
1. Berorientasi pada  aplikasi harian dengan performa balap.
2. Cocok dengan kondisi jalan menanjak dan track pendek.
3. Menggunakan teknologi groundstrap.
4. Menaikkan torsi dan power.
5. Bisa digunakan ke mesin 2 Tak, 4 Tak, matic serta mesin balap.
6. Dilengkapi dengan kabel koil setara Nology.

Coil Protec Matic  – 230k
Fitur performa Koil Protec Matic :
1. Berorientasi pada  aplikasi harian dengan performa balap.
2. Koil Protec bisa digunakan ke semua jenis cdi (Capacitive Discharge  Ignition).
3. Efisiensi pembakaran yang menyebabkan efisiensi BBM (Bahan Bakar Minyak).
4. Menaikkan torsi,   power dan top speed.
5. Didesain khusus untuk motor matic.
6. Dilengkapi dengan kabel koil setara Nology.
7. Disertai chop 0 resistan (tanpa hambatan).

Coil Andrion XP CMC 5A — 325k
Fitur performa Koil XP Andrion Series Cmc 5 A :
1. Bisa digunakan untuk aplikasi balap maupun harian/ menaikkan torsi,   power dan top speed .
2. Koil XP bisa digunakan ke semua jenis cdi (Capacitive Discharge  Ignition).
3. High Efficiency Ignition yang menyebabkan mesin motor hemat BBM (Bahan Bakar Minyak).
4. High Voltage dan High Energy Voltage disini adalah kekuatan api untuk menembus suatu kompresi dan koil ini aman untuk digunakan ke semua mesin motor karena menggunakan System Pulse untuk membangkitkan Tegangan (Revolusi Teknologi XP).
5. Bisa digunakan ke mesin 2 Tak, 4 Tak maupun mesin matic atau mesin motor special engine.

Busi NGK Iridium — 90k
Busi NOLOGY AOS — 200k
Busi NOLOGY AOS

Busi NGK G-Power — 35k
NGK G-Power CR8EGP
Coil Protec Ultimate — 200k
Fitur performa Koil Protec Ultimate with Groundstrap :
1. Berorientasi pada  aplikasi harian dengan performa balap.
2. Koil Protec bisa digunakan ke semua jenis cdi (Capacitive Discharge  Ignition).
3. Cocok untuk semua motor dengan sistem CDI.
4. Menaikkan torsi,   power dan top speed.
5. Bisa digunakan ke mesin 2 Tak, 4 Tak, matic serta mesin balap.
6. Dilengkapi dengan kabel koil setara Nology.
ECU MOdul IM8 — 800k (khusus motor injection)
Modul Andrion XP im8
Andrion IM-8 adalah modul pengapian electronik untuk motor injection yang menggunakan sistem pengapian single coil / satu (1) koil yang dilengkapi dengan signal IGF untuk menjalankan fuel pump pada motor injection. Andrion IM-8 dirancang khusus  untuk memaksimalkan pengapian pada motor injection dengan menjaga output voltage 350 volt dc hingga putaran maksimal yang diperintahkan oleh ECM pada motor injection dimana bila tanpa modul pengapian pada RPM tinggi pengapian akan mengecil. Dengan menggunakan Andrion IM-8 motor akan mendapatkan bandwith power yang sangat luas. Andrion IM-8 sangat cocok untuk digunakan harian, drag bike , maupun road race.
Features:
- High Performance Ignition 350 Volt DC (CDI System)
- High Energy System
- Increasing Acceleration,Power And Torque
- Led Indicator – Suitable For Injection System
- Including IGF Signal For Controlling Fuel Pum                                                               
 : Yamaha Vixion, Supra PGM FI, Shogun 125 FI











Sabtu, 17 November 2012

KENALPOT RACING PALING HOT DI ARENA BALAP NASIONAL,.

Knalpot itu dipakai tim balap papan atas yang tentu mendominasi kemenangan di kelas MP1 sampai MP4.Di antara pipa buang itu ada yang dibuat dari pipa besi biasa dan ada pula yang pakai stainless steel. Ada yang impor ada juga yang buatan lokal.

Namun secara garis besar desainya mirip. Pertama dari ukurannya yang mulai panjang. Tidak seperti knalpot road race zaman dulu yang cenderung pendek. 

Desain pipa saluran buang itu umumnya hampir sama. Dari leher kecil kemudian membesar secara perlahan sampai paling besar ketemu silencer. Mirip terompet atau biasa disebut sebagai pipa buang megaphone.     

Dari hasil wawancara dengan pembalap, knalpot macam ini memberikan power lembut di putaran menengah bawah dan makin menggila di putaran atas.


R9 Racing Generation
Pipa buang buatan R9 atau Racing Generation ini tidak mau kalau disebut sebagai follower. Dia lebih cocok disebut trenseter knalpot lokal.

Kata Sjafrie Ganie alias Jerry yang bos R9 itu, ini asli buatan anak negeri. DIbuat dari stainless steel. Dengan ciri silencer kebiruan. 

Di MotoPrix seri-8 lalu, saluran buang ini dipakai pada Honda Supra X 125 Rey Ratukore dari Federal Oil Indoparts KYT BRT. Di QTT MP1 sanggup posisi kedua. Dipakai juga di Blade geberan Agus Bledug dari Honda Taruna Racing D2 NHK yang juara 3 di MP2. 

Pipa buang ini dibuat untuk Honda, Yamaha, Suzuki dan Kawasaki. Di pasaran pihak BRT yang punya hak jual. Harganya sekitar Rp 850 ribu. Tim papan atas yang biasa datang atau pesan langsung di pabrik R9 di Komplek Citra Raya, Cikupa, Tangerang, Banten. Sudah didukung mesin lengkap skala industri. 



AHM Stainless

Tipe terbaru dari AHM Malaysia walau kedatangannya sejak beberapa bulan lalu. Dibuat dari stainless steel dan silencer oval.

Meski aslinya AHM identik dengan Yamaha, namun tersedia untuk Supra X 125, Blade dan Suzuki. 

Salah satu pemasok atau pendatagnya yaitu Miekeel Tjahjanto yang bos MC Racing dari Jl. Kebon Jeruk IX, Kota, Jakarta Barat itu. “Sudah hampir habis 2.000 pieces,” jelas Miekeel yang menjualnya Rp 1,9 juta itu.

Di seri-8 MotoPrix baru lalu beberapa tim sudah memakainya. Seperti Supra X 125 Juni A.S. dari Honda MPM Aries Putra INK M150 Rextor. Knalpot ini juga dipakai di Yamaha Jupiter M. Zaki dari Yamaha Yamalube FDR KYT Trijaya. Zaki juara di dua kelas yaitu MP3 dan MP4. 



Yonk Jaya
Merek Yonk Jaya sudah pasti kepunyaan Koh Yonk dari Yonk Jaya Motor, Bandung. Knalpot ini juga lumayan paten. 

Terus terang tapi tidak terang terus, Koh Yonk bilang ini seperti pipa buang buatan YY Pang Malaysia. Namun hanya beda merek. 

Dibuat dari bahan besi galvanis yang sudah kena sentuhan krom. Namun silencer bagian luar dari bahan aluminium. Ukuran leher yang ketemu lubang buang pipanya punya diameter 28mm. Berarti dalamnya 26mm. Koh Yonk menjual knalpot ini seharga Rp 650 ribu dan masih bisa nego katanya.

Meski buatan lokal, hasilnya cukup meggembirakan. Diaz Kumoro Djati selalu terdepan di kelas MP1 dan MP2. Namun sayang di akhir lap yang MP1 magnetnya pecah dan MP2 kemasukan plastik di slang bensin. Namun masih tetap bisa tampil sebagai juara 2 di dua kelas itu. Salut.



SND

SND singkatan dari Sandi Agung, yang mantan pembalap asal Bandung, Jawa Barat itu. Pipa buangnya mirip sekali AHM Malaysia versi besi atau terdahulu. 

AHM lama silencernya masih membulat dan tampilan karbon. Sandi membuatnya dalam dua versi. Untuk kelas 125 dan 110cc. Untuk yang 125 diameter dalam pipa 25,5mm, sedang yang 110 diameternya 23,5mm. Sementara panjang pipa 2 atau taper sama-sama 40 cm. 

Untuk silencer ada dua versi. Versi biasa dibanderol Rp 450 ribu dan Rp 900 ribu untuk yang versi karbon. Hasilnya juga cukup menggembirakan, Asep Maulana dari Yamaha SND KYT FDR juara 1 di kelas MP1 dan MP2. Motornya kelihatan konstan dari lap awal sampai akhir. 

Knalpot SND ini mungkin karena murah sangat disukai di daerah pinggiran atau kota kecil. Termasuk di luar Jawa macam Pelambang atau Lampung.